tumblr_l236y5jfld1qacc0ro1_500_large1
tumblr.com

Assalammualaikum…..

Selamat sore menjelang malam bapak, ibu, simbah,

Apa kabar? Semoga senantiasa dalam lindungan-Nya.

Amin….

Rumah kata yang mempunyai banyak arti, ada yang mendefinisikan rumahku istanaku, ada pula yang mengatakan tempat tinggal, tempat dibesarkan. Namun rumah dalam pandanganku lebih dari itu, rumah, bangunan yang tak luas namun cukup, tak hanya temapat tinggal namun juga saksi bisu pertumbuhan ini. Rumah, tempat yang selalu menyimpan sejuta kenangan, dimana rindu akan selalu ada disana. Sejauh apapun kaki melangkah, rumah tempatku kembali pulang…

Jarak yang jauh kini membentang, jelas tak akan bisa dijangkau dalam sekejab mata. Saat ini aku yang berada jauh di tanah sebrang hanya bisa mengingatnya tanpa melihatnya. Seperti apa rumah sekarang? Ada yang berubah lagi kah? Ada yang bertambah lagi? Ah, rasanya sungguh rindu.

Saat ingatanku melayang, mengingat bangunan sederhana dimana seluruh cinta tersimpan.

tumblr_m95trnt2121rchpfco1_500
welcomhome.tumblr.com

Dulu sekali, jauh hari sebelum kaki ini berjalan meninggalkan nya mungkin aku sering merasa rumah itu hanya sekedar bangunan biasa, bangunan yang selalu melindungi dari panas dan hujan. Sudah itu saja tidak lebih. Ada kala nya bahkan aku sendiri merasa malas pulang ke rumah, jenuh mungkin. Atau karena faktor saat pulang sering tak ada orang di rumah? Mungkin.

Namun semakin jauh kaki ini melangkah, ada kalanya rindu ini begitu melambung, ‘rindu rumah, ingin pulang’ hanya sebaris kalimat yang senantiasa berdengung dalam kepala ini, berulang-ulang tanpa kenal lelah. Bagaikan film, memori tentang rumah muncul sepotong-potong, membuat tabungan rindu kian memuncak. Meski selalu ada yang kurang dari rumah, namun hangatnya selalu terbawa hingga jauh.

Saksi bisu masa-masa senang dan sedih.

tumblr_l0lfwscyCZ1qzcnnso1_500
tumblr.com

Terkadang, rumah begitu banyak menyimpan rahasia. Pertengkaran dengan bapak, ibu atau sekedar rasa marah pun rumah lah saksinya. Terlalu banyak hal yang tak akan bisa dijelaskan stau-satu tentang rahasia yang banunan itu simpan. Gejolak masa remaja? Patah hati, rasa suka, kecewa dan lain sebagianya tersimpan rapat dalam rumah. Coretan-coretan di dinding, pertanda bahwa rumah tempat pertama pembelajaran itu dimulai, rumah saksi lengkap pertumbuhan masa kecil hingga remaja.

Saat sedih menyapa, bangunan tua dengan segala isinya itu lah yang menyimpannya. Seandainya rumah hidup, mungkin rumah akan menjadi penghibur yang pertama saat ada kabar sedih terdengar. Saat senang menyapa mungkin rumah juga akan melakukan selebrasi bersama. Rumah tanpa kenal lelah menyimpan seluruh cerita tanpa mengeluh.

Berat rasanya kekita kaki melangkah jauh, meninggalkan rumah. Namun, demi masa depan kaki ini harus tetap melangkah.

tumblr_lezpaiqrza1qf50jgo1_500_large1
tumblr.com

Pergi akan selalu sepaket dengan pulang pulang kembali. Atas nama masa depan, belajar untuk melangkah sejauh mungkin adalah pilihan terbaik. Mau tidak mau, suka tidak suka, kaki harus tetap melangkah. Rasanya waktu berlalu degan cepat, baru sebentar dirumah, namun sudah harus pergi lagi. Hangatnya rumah hanya sekejab terasa. Tapi tak apa, terkadang demi masa depan rasanya harus berdamai dengan rasa dingin tanpa hangatnya rumah.

Meskipun belum tentu setiap libur kembali pulang, setidaknya dari sana lah rasa rindu mulai tumbuh. Perlahan-lahan ditanah rantau yang jauh tabungan ridu ini terisi. Kian berat setiap harinya. Pantang pulang sebelum sukses. Harus rela pergi lagi meski hanya sekejab hangatnya terasa, kareana sukses itu di depan mata.

Wajah keluarga yang selau terbayang, ketika kaki melangkah jauh, merekalah yang senantiasa dirindu.

tumblr_lr3c0x6jgt1qitvdso1_400_large
madeleineziegert.com

Alahmdulillah. Rasa syukur yang tak pernah lelah selalu diucapkan, masih punya keluarga, masih selalu ada tempat untuk kembali pulang. Ada Bapak, Ibu dan simbah yang wajahnya kian keripiut tanpa terlhat mata. Bagaimana mereka sekarang?

Saat merindukan rumah, nyatanya wajah kelurga akan selalu sepaket dengan bayangan tentang rumah. Ibu dengan drama koreanya yang mengharu biru, Bapak dengan bola nya setiap malam, atau Simbah yang dengan radio nya yang setia menemani dari pagi hingga pagi lagi. Hal-hal seperti ini lah yang tak akan pernah ditemukan ditempat lain. Meskipun mungkin dialami oleh setiap orang, namun hal tersebut terasa berbeda saat jarak tak bisa diajak berdamai.

Meskipun ibu jarang memasak, nyatanya masakannya lah yang akan selalu dirindu.

Kebersamaan makan bersama yang akan dirindu, meski nyatanya ibu di rumah jarang memasak, meskipun hanya sekedar tumis dan gorengan sederhana yang rasanya juga biasa saja, namun momen istimewa saat bisa berkumpul merupakan kebahagiaan tersendiri.

Kadang jauh seperti sekarang ini, rasa jenuh seringkali menghampiri, meskipun rasa makanan yang dibeli bisa dibilang lebih enak dari masakan ibu, namun ada saat nya jenuh itu datang dan masakan rumah lah yang paling dirindu.

Sejauh apapun kaki melangkah, tujuan akhir adalah kembali ke rumah.

tumblr_lxvs1eYoq31qch30go1_500
carolynlevine.tumblr.com

Pulang.. rasanya kalimat itulah yang paling dinantikan. Mau sejauh dan selama apapun perjalanan yang dilalui nyatanya momen pulang juga bisa memberikan pengalaman, mulai dari mahal nya harga tiket transportasi umum, keperluan yang harus dibawa, bahkan sampai hapal rute jalan. Keluarga yang sudah menunggu kepulangan juga merupakan obat tersendiri dari rasa lelah dari sebuah perjalanan panjang.

Pendidikan yang dijalani saat ini mungkin memang sedikit memberi beban, namun harapan bahwa masa depan yang akan dibawa pulang jauh lebih indah selalu dapat menguatkan. Bayangan senyum Bapak dan Ibu ketika melihat anaknya memakai toga pasti menjadi kebahagiaan tersendiri. Demi masa depan yang tak hanya untuk diri sendiri inilah, maka harus menjejak rumah setahun sekalipun tak masalah.

Did you ever know that you’re my hero

And everything I would like to be?

I can fly higher than an eagle

For you are the wind beneath my wings

(Wind Beneath My Wings – Bette Midler)

Ditulis di Yogyakarta,

untuk rumah dan seluruh penghuninya,

tunggu aku, rindu ini sudah melabung tinggi

Jum’at, 27 Maret 2015

21:53 WIB

Iklan